Jumat, 25 Juli 2014

Menyongsong Surya



       Sherly, seorang wanita berparas cantik dan berpenampilan menarik. Ia adalah seorang art director pada sebuah perusahaan iklan ibukota. Otaknya cemerlang, banyak yang mengagumi hasil karyanya dan banyak pula pria yang tertarik padanya. Ia seorang perempuan single dengan satu anak lelaki berusia 19 tahun. Gandhi namanya, seorang remaja ganteng berkulit terang dengan sorot mata yang cerdas.


      Sherly tidak pernah menikah. Dulu dalam sebuah pesta remaja selepas SMA, ia dihamili oleh pacarnya, Dery, setelah diberi suntikan ‘surga’ yang membuatnya teler dan menyerah saja ketika Dery melakukan perbuatan bejatnya. Ketika ia hamil, Dery sama sekali tidak mau tahu dan tak peduli pula pada kepanikan yang menyerang Sherly.


        Sebetulnya Sherly adalah gadis berpotensi, tapi sayangnya ia terbuai oleh bujuk rayu Dery hanya karena lelaki itu menjadi pujaan banyak gadis-gadis di sekolah. Menjadi pacarnya membuat Sherly merasa melambung. Sangat mudah bagi Dery untuk membawa Sherly ke dalam dunianya. Dery memperkenalkannya pada obat-obatan, dan kehidupan yang nikmat namun semu. Hingga kemudian Dery menghamilinya dan nasi telah menjadi bubur.


      Sejak kecil Gandy kerap menanyakan pada Sherly, siapakah ayahnya, yang tidak pernah mau diungkapkannya pada anaknya. Ini membuat Gandy sangat penasaran akan sosok ayahnya. Namun Sherly bersikeras tidak memberitahukan siapa nama dan di mana tinggal ayah biologisnya tersebut.


      Dan kemudian Gandy pun beranjak dewasa. Ia menjadi pujaan teman-teman wanitanya di kampus. Sherly memberikan kebebasan pada Gandy untuk melewati masa remaja seperti layaknya remaja yang tumbuh dan berkembang namun tidak seperti dirinya dulu, ia menerapkan disiplin yang tinggi. 


***

      Pada suatu malam di sebuah rumah makan, salah seorang Client-nya, Hendra, yang adalah seorang pengusaha travel agent, melamarnya. Mereka telah menjalin hubungan dekat selama 2 tahun, Hendra adalah seorang duda dengan 2 putri yang telah beranjak dewasa. Tapi, tidak sekalipun Sherly memberitahukan pada Gandy hubungannya dengan Hendra. Karena beberapa kali Gandy menunjukan sikap menentang bila Sherly memperkenalkannya pada pria yang sedang dekat dengannya.


       Namun rupanya tidak untuk kali ini, Sherly merasa sangat nyaman berdampingan dengan Hendra dan yakin bahwa Hendra sangat bisa diandalkan untuk  menjadi suami dan ayah yang baik bagi Gandy. Oleh sebab itu Sherly menerima lamaran tersebut dan berjanji untuk segera memberitahukan rencana pernikahan  ini pada Gandy.


     Gandy terkejut ketika bundanya mengutarakan maksudnya malam itu. Awalnya pembicaraan berlangsung tenang, namun Gandy bertanya kenapa Sherly tidak mau mencari ayah kandungnya dan menikah saja dengannya. Jangan pada lelaki yang bukan ayahnya kandungnya. Dalam bayangannya, ayahnya adalah lelaki yang baik dan bertanggung jawab dan tentunya paling tepat untuk menjadi ayah dan suami yang baik untuk bundanya. Sherly tidak dapat menjelaskan mengapa hal itu tidak mungkin terjadi. Seandainya Gandy tahu apa dan bagaimana Dery sesungguhnya. Akhirnya terjadi pertengkaran hebat malam itu dan Gandy pergi menginap di rumah temannya, Reno.


        Reno bukan teman dekat Gandy, tapi karena mereka kebetulan satu kelompok di salah satu tugas mata kuliah di kampusnya dalam beberapa minggu ini, membuat Gandy kerap datang ke rumah Reno. Beberapa hari ini Reno mengajak Gandy ikut dengannya untuk menikmati kehidupan malam. Alih-alih agar Gandy dapat melupakan masalahnya. Gandy menerima tawaran tersebut. Gandy tak menyadari bahwa sesungguhnya Reno telah lama mengincar Gandy untuk mencoba narkoba darinya. Tujuannya tentu agar Gandy menjadi pecandu karena dianggapnya Gandy adalah pembeli potensial, ia tidak pernah kekurangan uang, memakai barang-barang bermerk, dan pergi kuliah dengan mengendarai mobil mewah. Tanpa sadar bahwa dirinya tengah diperdaya, iapun larut pada pesta-pesta malam dengan teman-teman barunya. Perlahan, hasutan Reno mulai mempengaruhi Gandy.


***

     Di rumah, Gandy kerap bertengkar dengan ibunya tentang apa saja. Yang kemudian selalu berujung pada penolakannya terhadap niat ibunya untuk menikah dengan Hendra. Sherly merasa heran, selama ini Gandy tidak pernah bersikap demikian kurang ajar padanya. Bukankah ia selalu mengajari Gandy budi pekerti dan sopan santun ?


      Dari hari ke hari kelakuan Gandy makin menjadi. Sekarang ia selalu kekurangan uang saku. Padahal Sherly memberinya cukup uang, bahkan bisa dibilang berlebih. Selama ini tidak pernah sekalipun Gandy meminta uang tambahan darinya. Fisik Gandy pun berubah, matanya tampak kuyu seperti kurang tidur, tubuhnya mengecil dan lusuh. Mulai malas pergi kuliah dan pulang pagi setiap hari. Sherly sangat khawatir pada perubahan anaknya itu. Karena gejalanya mirip seperti yang pernah terjadi pada dirinya dulu ketika ia masih mengkonsumsi narkoba.


        Ia sungguh gundah dan sering menangis diam-diam. Ia ngeri membayangkan apa yang mungkin telah menimpa Gandy, ia merasa yakin tentang sesuatu yang menimpa Gandy akhir-akhir ini. Tapi Ia tidak mau tinggal diam. Segera ia menghubungi teman-teman Gandy yang sering datang ke rumah dan mengorek informasi dari mereka. Ia terkejut ketika tahu bahwa sudah beberapa bulan ini Gandy hampir tidak pernah kuliah. Dia bahkan menarik diri dari kawan-kawannya. Tak bisa dihubungi dan juga tak membalas satupun telepon mereka.


       Sherly makin yakin dan menyadari sepenuhnya bahwa apa yang ia takutkan sedang terjadi. Ia pun menghubungi Hendra, menceritakan masalah yang menimpa Gandy dan mengharapkan bantuannya. Ia sangat membutuhkan Hendra di saat-saat seperti ini, karena kehadirannya mampu menguatkan fisik dan mentalnya dalam menghadapi kenyataan ini.


***

      Sesungguhnya Sherly tahu di mana Dery, ayah biologis Gandy, menetap dan bagaimana Dery memperoleh penghasilan. Ia sengaja memantau diam-diam semua kegiatan Dery dari berbagai sumber, termasuk kepolisian. Ia memiliki beberapa teman di kepolisian yang dulu pernah menggerebeknya tengah teler dalam sebuah pesta narkoba. Daripada memusuhi polisi yang menjeratnya, ia lebih memilih untuk dekat dan menjalani konseling.


***

       Sebagai seorang ibu, ia sering menangis dan bertanya-tanya apa yang salah pada dirinya. Dan apakah ia telah menelantarkan Gandy, hingga anaknya menjadi terjerumus seperti ini. Dalam setiap shalatnya ia selalu memohon pada Allah, agar selalu dikuatkan hatinya supaya ia segera dapat menarik Gandy lagi ke dalam pelukannya dan mengembalikannya menjadi seseorang yang sehat seperti dulu. Namun ia pun sadar tidak mudah semua itu dilaksanakan, karena para pengedar tidak mau begitu saja kehilangan pelanggan potensial mereka.  Ancaman dan teror akan mendatanginya dan Gandy. Bahkan kemanapun mereka pindah, segera saja para pengedar itu tahu, dan Gandy akan tetap berada di bawah hasutan mereka. Ini bisa mencelakakan mereka berdua. Ia tak ingin Gandy over dosis dan menjadi junkis yang tak dapat lagi hidup dengan normal. Dan ia pun tak ingin mati karena dicelakai oleh para pengedar yang mengincar uangnya. Ia harus mengambil tindakan cepat dan tepat demi menyelamatkan nyawa mereka berdua.


      Setelah ia menceritakan masalah dan kemungkinan yang bakal terjadi pada dirinya dan Gandy pada Hendra, mereka berdua pun segera mendatangi kantor polisi dan melaporkan masalah mereka. Berbagai pertanyaan yang menyudutkan diajukan dan berlangsung berjam-jam hingga ia dan Hendra kelelahan. Akhirnya perjuangan mereka untuk mendapatkan perlindungan sebagai saksi pun disetujui, asalkan mereka bersedia mengumpulkan banyak informasi berkaitan dengan Gandy, teman pengedarnya serta tempat di mana mereka sering berkumpul. 


      Hari-hari menegangkan harus Sherly dan Hendra jalani. Kesulitan dalam mencari info, berpindah-pindahnya lokasi pertemuan, terror yang dialami di lapangan, ketegangan dan kelelahan mental mereka alami setiap hari selama beberapa bulan. Apalagi mereka tetap harus bekerja sebagaimana biasa, agar penghasilan tidak berkurang, mengingat biaya yang keluar saat ini begitu besar. 


      Adakalanya Sherly kehilangan arah, ia sering menangis sesenggukan sehabis shalat ataupun ketika ia sedang bersama Hendra. Kehadiran Hendra merupakan pelipur lara dan sosok yang membuatnya merasa terlindungi dan aman. Ia amat bergantung padanya. Ini membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan hubungannya dengan Hendra. Mengenai penolakan Gandy dapat ia diskusikan nanti.


     Di saat-saat tenang, Sherly mengutarakan rencananya untuk pindah dari tempatnya tinggal sekarang. Ini demi keamanannya dan Gandy, juga Hendra dan keluarganya. Ia memilih tinggal di luar kota atau pindah ke luar negeri. Kantornya telah menawarinya promosi ke kantor pusat di Los Angeles. Dengan kejadian yang tengah menimpanya ia membulatkan tekad untuk menerima tawaran tersebut. Ternyata Hendra mendukung rencana tersebut, bahkan ia pun bersedia pindah menemaninya. Sudah lama tawaran untuk membuka cabang di kota tersebut datang, tapi ia tidak memiliki alasan kuat untuk melebarkan sayap usahanya hingga ke Amerika, walaupun kawasan Asia Tenggara telah ia rambah. Segera Hendra menyiapkan berbagai dokumen yang terkait dengan rencana tersebut. Ketika ia meminta persetujuan dan menjelaskan rencana pernikahannya dengan Sherly pada kedua anak gadisnya, tak disangka mereka berdua menyambut gembira maksud ayahnya. Mereka sama sekali tidak keberatan. Sherly merasa bahwa nasib baik tengah berpihak kepadanya. Ia begitu bersyukur dan gembira atas kemudahan yang ia peroleh disamping kesulitan yang tengah ia alami.


       Akhirnya kabar dari pihak berwajib datang juga, dijelaskan bahwa penyelidikan mereka terhadap kawanan pengedar narkoba yang bersangkutan dengan Gandy telah mencapai tahap akhir. Namun yang membuatnya seperti tersambar petir adalah, bahwa Dery-lah yang mengedarkan narkoba di kawasan sekitar rumah Sherly, dibantu oleh sejumlah anak buahnya. Rupanya Dery telah mampu melebarkan usaha kotornya hingga ke kawasan ini. Sherly merasa sesak napas, pandangannya berkunang-kunang. Terbayang olehnya semua penghinaan dan kesakitan yang Dery lakukan padanya sewaktu ia meminta pertanggung jawaban atas hasil perbuatan Dery. Kilasan peristiwa terlintas lagi ketika ia jatuh bangun berjuang demi mempertahankan harga diri dan untuk menghidupi sang cabang bayi dalam perutnya hingga Gandy lahir dan dewasa. Selama beberapa saat semua yang hadir di situ terdiam, memberi waktu pada Sherly untuk menumpahkan segala perasaannya. Setelah Sherly kembali tenang, polisi membeberkan semua rencana yang telah disusun untuk menggerebek mereka di lapangan. Sherly dan Hendra amat tegang mendengar kabar ini. Akhirnya perjuangan mereka tiba di detik terakhir. 


       Pada hari yang ditentukan, Sherly dan Hendra disarankan untuk menginap di tempat yang telah dipilih oleh pihak berwajib, ini demi keamanan dan keselamatan mereka dan memudahkan pekerjaan pihak berwajib. Mereka setuju dan segera melakukan berbagai persiapan dan memberitahukan sanak family masing-masing, bahwa mereka akan berlibur ke luar kota selama beberapa waktu. Kedua anak gadis Hendra ikut serta, bahkan para pembantu pun diajak, agar memperkecil kemungkinan bocornya rencana polisi.


       Di villa yang dimaksud telah berjaga satu regu polisi di halaman rumah, dan di dalam pun begitu. Suasana begitu menegangkan. Beberapa fasilitas komunikasi berjajar rapi di atas meja makan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan malam itu. Sherly dan Hendra sekeluarga tidak dibiarkan mendengarkan kegiatan tersebut. Mereka ditempatkan di sayap rumah terjauh agar tidak mendengar apa yang tengah terjadi di lapangan.


       Kejadian-kejadian menegangkan terjadi di lapangan. Serangan polisi pada tempat para pengedar dan pembeli narkoba berkumpul menyebabkan terjadinya baku tembak dan teriakan-teriakan yang mengerikan ketika para pengedar atau pembeli tersebut tertembak anggota badannya. Setelah terjadi perlawanan yang cukup sengit, serangan malam itu dimenangkan oleh polisi. Segera semua tersangka dimasukan ke dalam mobil, dan dibawa ke markas polisi.

               
        Semalaman  mereka  tidak  dapat  tidur, ketegangan  mewarnai  wajah  mereka. Bahkan  hampir  setiap beberapa menit satu per satu pergi ke kamar mandi karena tidak dapat menahan ketegangan. 

Akhirnya, keesokkan harinya mereka mendapat kabar bahwa penggerebekan berlangsung lancar dan sukses. Gandy tidak terluka sedikitpun, dan semua pengedar dan pembeli yang ada di tempat kejadian perkara dapat ditangkap dan sekarang sedang diinterogasi polisi.


      Sherly menangis gembira, segala ketakutan dan kekhawatirannya selama ini seperti terangkat dari bahunya, segera ia mendirikan shalat dan bersujud penuh rasa syukur atas kemudahan yang ia dapatkan setelah perjuangan yang demikian berat selama berbulan-bulan dan menempatkan semua orang yang dekat dengannya dalam bahaya. Ia kini dapat membayangkan bagaimana ia dapat merengkuh Gandy lagi ke dalam pelukannya dan segera menempatkannya dalam karantina agar Gandy sembuh total dan menjauhkannya dari tempat dan teman-teman yang telah menjerumuskannya. 


     Ia berharap setelah proses penyembuhan Gandy, ia berhasil menyamakan pendapat mengenai pernikahannya dengan Hendra pada anaknya itu. Juga berharap Gandy setuju untuk segera pindah ke Los Angeles selama beberapa tahun hingga ia benar-benar yakin bahwa Gandy telah terlepas dari jeratan para junkis. Sherly tak dapat menahan airmatanya, ketika ia mengingat bagaimana perubahan fisik pada Gandy akibat mengkonsumsi narkoba. Anak yang diharapkannya begitu menderita akibat dampak narkoba. Ia berharap Allah berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahan mereka berdua, dan diberi kemudahan dalam menjalani dan melewati semua ujian hidup yang menimpa mereka. Puji syukur pun dilafalkan Sherly pada Allah atas segala nikmat yang telah mereka terima selama ini, dan berdoa agar pernikahannya dengan Hendra berlangsung lancer dan ketiga anak mereka dapat rukun dalam sebuah keluarga.

               

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...