Sherly, seorang wanita berparas
cantik dan berpenampilan menarik. Ia adalah seorang art director pada sebuah
perusahaan iklan ibukota. Otaknya cemerlang, banyak yang mengagumi hasil
karyanya dan banyak pula pria yang tertarik padanya. Ia seorang perempuan
single dengan satu anak lelaki berusia 19 tahun. Gandhi namanya, seorang remaja
ganteng berkulit terang dengan sorot mata yang cerdas.
Sherly
tidak pernah menikah. Dulu dalam sebuah pesta remaja selepas SMA, ia dihamili
oleh pacarnya, Dery, setelah diberi suntikan ‘surga’ yang membuatnya teler dan
menyerah saja ketika Dery melakukan perbuatan bejatnya. Ketika ia hamil, Dery
sama sekali tidak mau tahu dan tak peduli pula pada kepanikan yang menyerang Sherly.
Sebetulnya
Sherly adalah gadis berpotensi, tapi sayangnya ia terbuai oleh bujuk rayu Dery hanya
karena lelaki itu menjadi pujaan banyak gadis-gadis di sekolah. Menjadi
pacarnya membuat Sherly merasa melambung. Sangat mudah bagi Dery untuk membawa
Sherly ke dalam dunianya. Dery memperkenalkannya pada obat-obatan, dan kehidupan
yang nikmat namun semu. Hingga kemudian Dery menghamilinya dan nasi telah
menjadi bubur.
Sejak
kecil Gandy kerap menanyakan pada Sherly, siapakah ayahnya, yang tidak pernah
mau diungkapkannya pada anaknya. Ini membuat Gandy sangat penasaran akan sosok
ayahnya. Namun Sherly bersikeras tidak memberitahukan siapa nama dan di mana
tinggal ayah biologisnya tersebut.
Dan
kemudian Gandy pun beranjak dewasa. Ia menjadi pujaan teman-teman wanitanya di
kampus. Sherly memberikan kebebasan pada Gandy untuk melewati masa remaja seperti
layaknya remaja yang tumbuh dan berkembang namun tidak seperti dirinya dulu, ia
menerapkan disiplin yang tinggi.
***
Pada
suatu malam di sebuah rumah makan, salah seorang Client-nya, Hendra, yang
adalah seorang pengusaha travel agent, melamarnya. Mereka telah menjalin
hubungan dekat selama 2 tahun, Hendra adalah seorang duda dengan 2 putri yang
telah beranjak dewasa. Tapi, tidak sekalipun Sherly memberitahukan pada Gandy
hubungannya dengan Hendra. Karena beberapa kali Gandy menunjukan sikap
menentang bila Sherly memperkenalkannya pada pria yang sedang dekat dengannya.
Namun
rupanya tidak untuk kali ini, Sherly merasa sangat nyaman berdampingan dengan
Hendra dan yakin bahwa Hendra sangat bisa diandalkan untuk menjadi suami dan ayah yang baik bagi Gandy.
Oleh sebab itu Sherly menerima lamaran tersebut dan berjanji untuk segera memberitahukan
rencana pernikahan ini pada Gandy.
Gandy
terkejut ketika bundanya mengutarakan maksudnya malam itu. Awalnya pembicaraan berlangsung
tenang, namun Gandy bertanya kenapa Sherly tidak mau mencari ayah kandungnya
dan menikah saja dengannya. Jangan pada lelaki yang bukan ayahnya kandungnya.
Dalam bayangannya, ayahnya adalah lelaki yang baik dan bertanggung jawab dan tentunya
paling tepat untuk menjadi ayah dan suami yang baik untuk bundanya. Sherly
tidak dapat menjelaskan mengapa hal itu tidak mungkin terjadi. Seandainya Gandy
tahu apa dan bagaimana Dery sesungguhnya. Akhirnya terjadi pertengkaran hebat
malam itu dan Gandy pergi menginap di rumah temannya, Reno.
Reno
bukan teman dekat Gandy, tapi karena mereka kebetulan satu kelompok di salah
satu tugas mata kuliah di kampusnya dalam beberapa minggu ini, membuat Gandy
kerap datang ke rumah Reno. Beberapa hari ini Reno mengajak Gandy ikut
dengannya untuk menikmati kehidupan malam. Alih-alih agar Gandy dapat melupakan
masalahnya. Gandy menerima tawaran tersebut. Gandy tak menyadari bahwa
sesungguhnya Reno telah lama mengincar Gandy untuk mencoba narkoba darinya. Tujuannya
tentu agar Gandy menjadi pecandu karena dianggapnya Gandy adalah pembeli
potensial, ia tidak pernah kekurangan uang, memakai barang-barang bermerk, dan
pergi kuliah dengan mengendarai mobil mewah. Tanpa sadar bahwa dirinya tengah
diperdaya, iapun larut pada pesta-pesta malam dengan teman-teman barunya.
Perlahan, hasutan Reno mulai mempengaruhi Gandy.
***
Di
rumah, Gandy kerap bertengkar dengan ibunya tentang apa saja. Yang kemudian
selalu berujung pada penolakannya terhadap niat ibunya untuk menikah dengan
Hendra. Sherly merasa heran, selama ini Gandy tidak pernah bersikap demikian
kurang ajar padanya. Bukankah ia selalu mengajari Gandy budi pekerti dan sopan
santun ?
Dari
hari ke hari kelakuan Gandy makin menjadi. Sekarang ia selalu kekurangan uang
saku. Padahal Sherly memberinya cukup uang, bahkan bisa dibilang berlebih. Selama
ini tidak pernah sekalipun Gandy meminta uang tambahan darinya. Fisik Gandy pun
berubah, matanya tampak kuyu seperti kurang tidur, tubuhnya mengecil dan lusuh.
Mulai malas pergi kuliah dan pulang pagi setiap hari. Sherly sangat khawatir
pada perubahan anaknya itu. Karena gejalanya mirip seperti yang pernah terjadi
pada dirinya dulu ketika ia masih mengkonsumsi narkoba.
Ia
sungguh gundah dan sering menangis diam-diam. Ia ngeri membayangkan apa yang mungkin
telah menimpa Gandy, ia merasa yakin tentang sesuatu yang menimpa Gandy
akhir-akhir ini. Tapi Ia tidak mau tinggal diam. Segera ia menghubungi
teman-teman Gandy yang sering datang ke rumah dan mengorek informasi dari mereka.
Ia terkejut ketika tahu bahwa sudah beberapa bulan ini Gandy hampir tidak
pernah kuliah. Dia bahkan menarik diri dari kawan-kawannya. Tak bisa dihubungi
dan juga tak membalas satupun telepon mereka.
Sherly
makin yakin dan menyadari sepenuhnya bahwa apa yang ia takutkan sedang terjadi.
Ia pun menghubungi Hendra, menceritakan masalah yang menimpa Gandy dan mengharapkan
bantuannya. Ia sangat membutuhkan Hendra di saat-saat seperti ini, karena kehadirannya
mampu menguatkan fisik dan mentalnya dalam menghadapi kenyataan ini.
***
Sesungguhnya
Sherly tahu di mana Dery, ayah biologis Gandy, menetap dan bagaimana Dery
memperoleh penghasilan. Ia sengaja memantau diam-diam semua kegiatan Dery dari
berbagai sumber, termasuk kepolisian. Ia memiliki beberapa teman di kepolisian
yang dulu pernah menggerebeknya tengah teler
dalam sebuah pesta narkoba. Daripada memusuhi polisi yang menjeratnya, ia lebih
memilih untuk dekat dan menjalani konseling.
***
Sebagai
seorang ibu, ia sering menangis dan bertanya-tanya apa yang salah pada dirinya.
Dan apakah ia telah menelantarkan Gandy, hingga anaknya menjadi terjerumus seperti
ini. Dalam setiap shalatnya ia selalu memohon pada Allah, agar selalu dikuatkan hatinya supaya ia segera dapat
menarik Gandy lagi ke dalam pelukannya dan mengembalikannya menjadi seseorang
yang sehat seperti dulu. Namun ia pun sadar tidak mudah semua itu dilaksanakan,
karena para pengedar tidak mau begitu saja kehilangan pelanggan potensial
mereka. Ancaman dan teror akan
mendatanginya dan Gandy. Bahkan kemanapun mereka pindah, segera saja para
pengedar itu tahu, dan Gandy akan tetap berada di bawah hasutan mereka. Ini
bisa mencelakakan mereka berdua. Ia tak ingin Gandy over dosis dan menjadi junkis yang tak dapat lagi hidup dengan
normal. Dan ia pun tak ingin mati karena dicelakai oleh para pengedar yang
mengincar uangnya. Ia harus mengambil tindakan cepat dan tepat demi
menyelamatkan nyawa mereka berdua.
Setelah
ia menceritakan masalah dan kemungkinan yang bakal terjadi pada dirinya dan
Gandy pada Hendra, mereka berdua pun segera mendatangi kantor polisi dan
melaporkan masalah mereka. Berbagai pertanyaan yang menyudutkan diajukan dan
berlangsung berjam-jam hingga ia dan Hendra kelelahan. Akhirnya perjuangan
mereka untuk mendapatkan perlindungan sebagai saksi pun disetujui, asalkan
mereka bersedia mengumpulkan banyak informasi berkaitan dengan Gandy, teman
pengedarnya serta tempat di mana mereka sering berkumpul.
Hari-hari
menegangkan harus Sherly dan Hendra jalani. Kesulitan dalam mencari info,
berpindah-pindahnya lokasi pertemuan, terror yang dialami di lapangan, ketegangan
dan kelelahan mental mereka alami setiap hari selama beberapa bulan. Apalagi
mereka tetap harus bekerja sebagaimana biasa, agar penghasilan tidak berkurang,
mengingat biaya yang keluar saat ini begitu besar.
Adakalanya
Sherly kehilangan arah, ia sering menangis sesenggukan sehabis shalat ataupun
ketika ia sedang bersama Hendra. Kehadiran Hendra merupakan pelipur lara dan
sosok yang membuatnya merasa terlindungi dan aman. Ia amat bergantung padanya.
Ini membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan hubungannya dengan Hendra.
Mengenai penolakan Gandy dapat ia diskusikan nanti.
Di
saat-saat tenang, Sherly mengutarakan rencananya untuk pindah dari tempatnya
tinggal sekarang. Ini demi keamanannya dan Gandy, juga Hendra dan keluarganya.
Ia memilih tinggal di luar kota atau pindah ke luar negeri. Kantornya telah
menawarinya promosi ke kantor pusat di Los Angeles. Dengan kejadian yang tengah
menimpanya ia membulatkan tekad untuk menerima tawaran tersebut. Ternyata
Hendra mendukung rencana tersebut, bahkan ia pun bersedia pindah menemaninya.
Sudah lama tawaran untuk membuka cabang di kota tersebut datang, tapi ia tidak
memiliki alasan kuat untuk melebarkan sayap usahanya hingga ke Amerika,
walaupun kawasan Asia Tenggara telah ia rambah. Segera Hendra menyiapkan
berbagai dokumen yang terkait dengan rencana tersebut. Ketika ia meminta
persetujuan dan menjelaskan rencana pernikahannya dengan Sherly pada kedua anak
gadisnya, tak disangka mereka berdua menyambut gembira maksud ayahnya. Mereka
sama sekali tidak keberatan. Sherly merasa bahwa nasib baik tengah berpihak
kepadanya. Ia begitu bersyukur dan gembira atas kemudahan yang ia peroleh
disamping kesulitan yang tengah ia alami.
Akhirnya
kabar dari pihak berwajib datang juga, dijelaskan bahwa penyelidikan mereka
terhadap kawanan pengedar narkoba yang bersangkutan dengan Gandy telah mencapai
tahap akhir. Namun yang membuatnya seperti tersambar petir adalah, bahwa
Dery-lah yang mengedarkan narkoba di kawasan sekitar rumah Sherly, dibantu oleh
sejumlah anak buahnya. Rupanya Dery telah mampu melebarkan usaha kotornya
hingga ke kawasan ini. Sherly merasa sesak napas, pandangannya
berkunang-kunang. Terbayang olehnya semua penghinaan dan kesakitan yang Dery
lakukan padanya sewaktu ia meminta pertanggung jawaban atas hasil perbuatan
Dery. Kilasan peristiwa terlintas lagi ketika ia jatuh bangun berjuang demi
mempertahankan harga diri dan untuk menghidupi sang cabang bayi dalam perutnya
hingga Gandy lahir dan dewasa. Selama beberapa saat semua yang hadir di situ
terdiam, memberi waktu pada Sherly untuk menumpahkan segala perasaannya.
Setelah Sherly kembali tenang, polisi membeberkan semua rencana yang telah
disusun untuk menggerebek mereka di lapangan. Sherly dan Hendra amat tegang
mendengar kabar ini. Akhirnya perjuangan mereka tiba di detik terakhir.
Pada
hari yang ditentukan, Sherly dan Hendra disarankan untuk menginap di tempat
yang telah dipilih oleh pihak berwajib, ini demi keamanan dan keselamatan
mereka dan memudahkan pekerjaan pihak berwajib. Mereka setuju dan segera
melakukan berbagai persiapan dan memberitahukan sanak family masing-masing,
bahwa mereka akan berlibur ke luar kota selama beberapa waktu. Kedua anak gadis
Hendra ikut serta, bahkan para pembantu pun diajak, agar memperkecil
kemungkinan bocornya rencana polisi.
Di
villa yang dimaksud telah berjaga satu regu polisi di halaman rumah, dan di
dalam pun begitu. Suasana begitu menegangkan. Beberapa fasilitas komunikasi
berjajar rapi di atas meja makan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan malam
itu. Sherly dan Hendra sekeluarga tidak dibiarkan mendengarkan kegiatan
tersebut. Mereka ditempatkan di sayap rumah terjauh agar tidak mendengar apa
yang tengah terjadi di lapangan.
Kejadian-kejadian
menegangkan terjadi di lapangan. Serangan polisi pada tempat para pengedar dan
pembeli narkoba berkumpul menyebabkan terjadinya baku tembak dan
teriakan-teriakan yang mengerikan ketika para pengedar atau pembeli tersebut
tertembak anggota badannya. Setelah terjadi perlawanan yang cukup sengit,
serangan malam itu dimenangkan oleh polisi. Segera semua tersangka dimasukan ke
dalam mobil, dan dibawa ke markas polisi.
Akhirnya,
keesokkan harinya mereka mendapat kabar bahwa penggerebekan berlangsung lancar
dan sukses. Gandy tidak terluka sedikitpun, dan semua pengedar dan pembeli yang
ada di tempat kejadian perkara dapat ditangkap dan sekarang sedang diinterogasi
polisi.
Sherly
menangis gembira, segala ketakutan dan kekhawatirannya selama ini seperti
terangkat dari bahunya, segera ia mendirikan shalat dan bersujud penuh rasa syukur
atas kemudahan yang ia dapatkan setelah perjuangan yang demikian berat selama
berbulan-bulan dan menempatkan semua orang yang dekat dengannya dalam bahaya.
Ia kini dapat membayangkan bagaimana ia dapat merengkuh Gandy lagi ke dalam
pelukannya dan segera menempatkannya dalam karantina agar Gandy sembuh total
dan menjauhkannya dari tempat dan teman-teman yang telah menjerumuskannya.
Ia
berharap setelah proses penyembuhan Gandy, ia berhasil menyamakan pendapat
mengenai pernikahannya dengan Hendra pada anaknya itu. Juga berharap Gandy setuju
untuk segera pindah ke Los Angeles selama beberapa tahun hingga ia benar-benar
yakin bahwa Gandy telah terlepas dari jeratan para junkis. Sherly tak dapat menahan airmatanya, ketika ia mengingat
bagaimana perubahan fisik pada Gandy akibat mengkonsumsi narkoba. Anak yang
diharapkannya begitu menderita akibat dampak narkoba. Ia berharap Allah
berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahan mereka berdua, dan diberi
kemudahan dalam menjalani dan melewati semua ujian hidup yang menimpa mereka.
Puji syukur pun dilafalkan Sherly pada Allah atas segala nikmat yang telah
mereka terima selama ini, dan berdoa agar pernikahannya dengan Hendra berlangsung
lancer dan ketiga anak mereka dapat rukun dalam sebuah keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar